Riset Kuantitatif VS Kualitatif, Apa bedanya? (1)

Sabtu, 16/12/2017 13:00:24


Karuniamandiri.co.id - Dunia riset mungkin bukan hal asing bagi sebagian besar maryarakat Indonesia, khususnya di kalangan akademisi atau pelajar. Di bangku Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas, kita sudah dikenalkan dengan dunia riset melalui Karya Tulis Ilmiah [KTI/KTR]. Berlanjut ke jenjang perkuliahan namanya pun sudah berbeda. Ada skripsi untuk jenjang S1, tesis untuk jenjang S2 dan disertasi untuk jenjang S3.

Semua karya diatas pada dasarnya didasarkan atas kajian ilmiah. Sehingga gaya bahasa, sistematika dan prosesnya harus bisa dipertanggungjawabkan secara empiris. Bisa dengan penggunaan data-data statistika atau penjabaran fenomena yang mengacu pada suatu konsep dan teori tertentu.

Sadar atau tidak, sebagian dari kita rupanya masih mengalami kebingungan ketika harus menentukan pilih jenis riset kuantitatif atau kualitatif. Kasus yang muncul, beberapa orang mencampuradukkan kedua jenis penelitian tersebut. Misalnya, ada sebuah riset tentang pengaruh pendapatan ekonomi terhadap budaya konsumtif karyawan x. Sekilas mengacu pada judul, maka itu termasuk jenis riset kuantitatif. Maka akan tidak tepat jika paradigma riset dan metode yang dipakai adalah dengan cara Focus Grub Discussion [FGD] atau wawancara mendalam. Meski demikian, dalam batas dan prosedur tertentu, jenis kedua riset tersebut bisa di mix.

Secara sederhana riset kuantitatif adalah jenis riset yang bertujuan mencari kecenderungan atau kecondongan. Diambil dari kata kuantitatif atau kuantitas yang berarti banyaknya/ jumlah. Sehingga logikanya, untuk mencari kecenderungan maka diperlukan rumus statistik untuk menghitung angka populasi terbanyak atau terbesar.

Salah satu sumber di internet menjelaskan bahwa riset kuantitatif menekankan pada aspek pengukuran dengan cara obyektif terhadap fenomena sosial. Oleh karenanya, untuk bisa melakukan pengukuran setiap fenomena sosial, perlu dijabarkan ke dalam beberapa komponen masalah, variabel dan indikator.

Pandangan lain menyatakan bahwa jenis riset kuantitatif menggunakan model deduktif. Peneliti mengawalinya dengan teori atau konsep yang dipelajari, lalu diperguakan untuk mengkaji fenomena. Bisa mencari kecenderungannya, sebab akibat atau mencari pengaruh sistematis antar fenomena.

Riset Kualitatif Riset Kuantitatif
Ganda, holistik, hasil konstruksi dan pemahaman Tunggal, konkrit, teramati
Interaktif tidak dapat dipisahkan
Independen
Timbal balik/interaktif
Sebab-akibat
Transferability
Cenderung membuat generalisasi

                    Tabel perbedaan riset kualitatif dan kuantitatif. Disarikan dari situs satujam.com

Beberapa contoh judul riset kuantitatif seperti pengaruh game online dengan motivasi belajar siswa. Perbandingan Hasil Belajar Antara Pemberian Tugas Kooperatif Dengan Tugas Individu. Pengaruh Motivasi Orang Tua Dan Intensitas Belajar Terhadap Hasil Belajar siswa. Hubungan Antara Minat Baca Dan Motivasi Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SD Kelas V. ash